Nasirun di Museum Nuarta - "CARANGAN"

carangan-nasirun-di-museum-nuarta-web

NASIRUN DI MUSEUM NUARTA
‘CARANGAN’
Workshop
14 – 16 Desember 2016

 

Workshop ini merupakan rangkaian acara yang terdiri dari 2 hari art class dan 1 hari discussion serta studio visit di kawasan NuArt Sculpture Park.

Mengambil tema pameran  ‘Carangan’ dalam workshop ini peserta akan diajak untuk merespon cetakan dari patung bersejarah Kereta Kencana karya Nyoman Nuarta dengan teknik melukis pada permukaan yang merupakan salah satu karakter penciptaan karya yang khas dari Nasirun.

Pada hari ketiga akan diadakan public viewing hasil workshop, penyerahan sertifikat, diskusi bersama Nasirun serta studio visit kawasan NuArt Sculpture Park.

 

Day 01 Workshop
14 Des 2016 pukul 13:00 – 17:00 WIB

Day 02 Workshop
15 Des 2016 pukul 13:00 – 17:00 WIB

Day 03
16 Des 2016 pukul 15:00 WIB – selesai

Price : IDR 350,000/person (all in)

 

Harga termasuk :
– snack dan minuman
– kuas 3 buah
– cat akrilik
– palet dan wadah
– alas melukis
– sertifikat

 

Pendaftaran :
Nukky
(+62 8961 0458 865)
Atau selama pameran berlangsung

 

Sebagai sebuah museum dengan tugas dan fungsi menghantar ilmu kepada masyarakat, Museum Nuarta memiliki misi menyampaikan dan mengajarkan nilai-nilai luhur budaya, dalam menjadi Indonesia. Melalui berbagai kegiatan  kesenian; baik pameran seni rupa, pentas seni pertunjukan dan musik, ragam lokakarya berkesenian, maupun kegiatan-kegiatan yang mengutamakan proses kreatif lainnya; Museum Nuarta hadir untuk mengisi peran dan pesan budaya di tengah publik kontemporer masa kini.

Sebagai bagian dari program besar tahunan, pada 25 November 2016 ini, Museum Nuarta akan menyelenggarakan sebuah pameran dari perupa Nasirun. Ia bekerja merespon dan menata ulang; di tengah, melalui, dan dalam dialog dengan koleksi tetap Museum serta karya-karya baru Nyoman Nuarta.

Mengambil judul “Carangan,” proyek pameran Nasirun di Museum Nuarta akan menjadi sebuah rintisan platform berpameran yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Indonesia; ketika sebuah koleksi museum yang utuh dibayangkan ulang dalam persentuhan tangan, gagasan, dan bahasa perupa lain. Ratusan karya dalam berbagai medium dan konfigurasi akan ditampilkan dalam pameran ini. Secara lepas diterjemahkan sebagai “tafsir bebas atas tradisi,” diangkatnya Carangan sebagai tajuk menyasar realitas dan lapisan akan selalu hadirnya corak tradisi di seni rupa, yang lalu hingga kini; mengejewantah hingga yang paling kontemporer. Dalam membingkai proses merespon dan menata ulang konfigurasi koleksi Museum Nuarta, Carangan menjadi laman awal pijak pembacaan kita: sebagai sebuah pameran kolaborasi dan pertukaran sapa di antara Nasirun dan Nyoman Nuarta.

Nasirun, lahir di Cilacap pada 1 Oktober 1965. Pada tahun 1983 ia belajar membatik dan mengukir di SSRI. Lalu pada tahun 1987 memutuskan masuk jurusan seni murni di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI), lulus pada tahun 1994. Beberapa pameran tunggalnya antara lain Ojo Ngono, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, (2000); Salam Bekti, Sangkring Artspace, Yogyakarta (2009); Rubuh-Rubuh Gedhang, Bentara Budaya Yogyakarta, Yogyakarta (2013); The Breath of Nasirun: Metamorphosis of Tradition, Mizuma Art Gallery, Tokyo (2014).

Adapun beberapa pameran bersama yang ia ikuti adalah Seniku Tak Berhenti Lama, Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta (2008); 50th Year Sanggar Bambu: Jejak Estetika, Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta (2009); If the World Changed — Singapore Biennale 2013, Singapore Art Museum, Singapore (2013);  From Koyasan to Borobudur, Mizuma Gallery, Singapore (2016).

Nasirun juga telah meraih sejumlah penghargaan seni rupa, di antaranya The Best Sketch and Painting dari Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta pada tahun 1988; McDonald’s Award: The 10th Lustrum of Indonesia Institute of the Arts, dari ISI, Yogyakarta pada 1994; dan Phillip Morris Art Award pada tahun 1997.

Nyoman Nuarta, lahir tahun 1951 di Tabanan Bali, adalah pematung publik yang dikenal luas lewat sentuhan-sentuhan epik-ekspresifnya dalam medium ungkap logam. Utamanya bekerja dengan tembaga dan kuningan, dalam rentang kariernya yang lebih dari 45 tahun, Nuarta telah menempatkan namanya di jajaran elit perupa kenamaan Indonesia. Mendirikan NuArt Sculpture Park pada tahun 2000, kompleks yang disusunnya ini kini telah berkembang luas menjadi cultural park yang mencakup studio, galeri kontemporer bagi perupa emerging, sinema, aula pertunjukan, hingga ruang perupa mukiman / residensi.

Museum Nuarta, merupakan ruang pamer utama yang menampilkan jejak berkarya Nyoman Nuarta sejak awal mulanya kariernya. Dengan kesadaran sebagai bagian dari wacana seni rupa Indonesia yang luas dan terus bergerak maju dalam sejarah, Museum Nuarta mencanangkan program menata ulang dirinya setiap tahun dalam format-format presentasi yang baru, yang dalam kesempatan ini menjadi sebuah platform kolaboratif.

MORE DETAIL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


About NuArt

NuArt for art, culture and nature.

NuArt Sculpture Park is an art space established upon the vision of sculptor Nyoman Nuarta. NuArt appreciates history, constantly observes current conditions, and continually strives to contribute to the development of culture.

Believing in the essential purpose of freedom and open society without ignoring the role of nature and the environment, NuArt is a space that accepts differences and multiple viewpoints regardless of race, gender, class, or creed.

NuArt Sculpture Park collaborates with many cultural practitioners. Various types of programs and collaborations are designed as an effort to encourage empathy, mutual understanding, and mutual respect in intercultural dialogue.

NuArt refuses any kinds of discrimination due to differences and upholds freedom of expression.

Call
+62 22 2017812
+62 22 2017816
+62 22 2020414

Fax
+62 22 2015362

NuArt Sculpture Park
Jalan Setra Duta Raya No. L 6
Bandung, West Java
Indonesia
40151

Our Location

Contact Us

    Your Name (required)

    Your Email (required)

    Subject

    Your Message